BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Persaingan
bisnis yang semakin ketat saat ini menuntut setiap perusahaan untuk selalu
bersaing dalam menarik konsumen. Para pengusaha sebagai produsen harus saling
berlomba untuk mencari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen
dalam memilih suatu produk dan menyusun strategi pemasaran yang tepat sehingga
dapat mendominasi pasar yang ada. Strategi pemasaran yang dikembangkan dalam
hal ini berupa bauran pemasaran (marketing mix) yang diantaranya yaitu
harga (price) dan promosi (promotion).
Agar dapat sukses dalam
memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harganya
secara tepat (Tjiptono, 1997 : 151). Darisudut pandang perusahaan, harga
merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan, karena
tingkat harga yang ditetapkan perusahaan akan mempengaruhi kuantitas produk
yang dijualnya. Sedangkan dari sudut pandang konsumen, harga digunakan sebagai
pengukur nilai dari manfaat yang dirasakan terhadap barang atau jasa yang pada
akhirnya berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
(Tjiptono,
1997 : 151) menambahkan, komunikasi pemasaran memegang peranan yang sangat
penting bagi pemasar. Konsep yang secara umum sering digunakan untuk
menyampaikan pesan adalah apa yang disebut sebagai bauran promosi (promotional
mix) yang salah satunya adalah iklan. Suatu iklan yang baik harus dibuat
sedemikian rupa agar dapat menarik minat konsumen. Semakin baik iklan suatu
produk maka diharapkan akan semakin tinggi keputusan pembelian konsumen
terhadap produk tersebut. Sebaliknya, iklan produk yang buruk dapat menyebabkan
rendahnya tingkat keputusan pembelian konsumen terhadap produk tersebut.
Demikian
halnya dengan produk sarimi isi 2 yang
juga menginginkan tingginya tingkat penjualan produk mienya agar seluruh produk
yang diproduksinya dapat terjual. Faktor harga yang murah dan iklan yang baik dianggap
perlu untuk meningkatkan keputusan pembelian sarimi isi 2. Dengan harga yang murah diharapkan kebutuhan konsumen
akan produk sarimi isi 2 ini dapat
terpenuhi, terutama bagi konsumen dengan penghasilan yang rendah. Selain itu,
dengan iklan yang baik diharapkan dapat meningkatkan perhatian konsumen terhadap
iklan sarimi isi 2 sehingga dapat
mendorong mereka untuk melakukan pembelian.
1.2 Tujuan
Tujuan
dari penelitian ini adalah:
a.
Untuk
mengetahui pengaruh dari variabel rasa terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk sarimi isi 2
b.
Untuk
mengetahui pengaruh dari variabel iklan terhadap keputusan konsumen dalam
pembelian produk sarimi isi 2
c.
Untuk
mengetahui pengaruh dari variabel harga terhadap keputusan konsumen dalam
pembelian produk sarimi isi 2
d.
untuk
mengetahui variabel apakah yang sangat berpengaruh terhadap keputusan konsumen
dalam pembelian produk sarimi isi2
1.3 Manfaat
Manfaat
dari penelitian ini adalah:
a.
Dengan
diadakannya penelitian ini peneliti jadi mengetahui variabel yang paling
berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk sarimi isi 2
b.
Dengan
diadakannya penelitian ini juga dapat menetahui banyaknya konsumen yang ingin
mencoba produk sarimi isi 2 setelah
melihat iklan
c.
Dengan
diadakannya penelitian ini peneliti dapat mengetahui banyaknya konsumen yang
ingin mencoba produk sarimi isi 2
setelah mengetahui rasanya
d.
Peneliti
dapat mengetahui banyaknya konsumen yang ingin mencoba sarimi isi 2 setelah mengetahui harganya
e.
Sedangkan
untuk Universitas Sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya.
BAB
II
METODE
PENELITIAN
2.1 Metode Eksplanatory Research
Penelitian
ini menggunakan tipe penelitian eksplanatory research, (Umar,1999:36).
Penelitian eksploratori adalah jenis penelitian yang berusaha untuk mencari
ide-ide atau hubungan-hubungan yang baru. Sedangkan penelitian deskriptif
merupakan penelitian yang bertujuan untuk menguraikan sifat atau karakteristik
dari suatu fenomena tertentu. Terakhir, penelitian eksplanatori adalah penelitian
yang bertujuan untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan
variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Berdasarkan
penjelasan di atas dapat diketahui bahwa penelitian ini adalah penelitian eksplanatori
yang bermaksud untuk memberikan penjelasan hubungan kausalitas antar variabel
melalui pengujian hipotesis sekaligus melakukan eksplanasi.
2.2 Metode Pengumpulan Data
Metode dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan jalan
mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen yang menjadi
objek observasi (Somantri dan Muhidin,2006). Dalam pengambilan data sampling menggunakan beberapa
teknik pengumpulan data:
2.2.1 Angket
Somantri dan Muhudin menyebutkan
(2006) teknik angket adalah cara pengumpulan data berbentuk pengajuan pertanyaan
tertulis melalui sebuah daftar
pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Alat pengumpulan data dengan angket
adalah kuisioner,yaitu alat pengumpulan data berupa daftar pertanyaan yang
disiapkan oleh peneliti untuk disampaikan kepada responden yang jawabannya
diisi oleh responden sendiri.
2.3 Metode Analisis
Dijelaskan memakai analisis regresi linear berganda
dan analisis korelasi pearson, spearman, dan kendall’s tau
2.3.1 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi
linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua atau lebih
variabel independen dengan satu variabel dependen yang ditampilkan dalam bentuk
persamaan regresi.
2.3.2 Analisis Korelasi Pearson
Analisis
korelasi pearson atau biasa disebut analisis product moment digunakan untuk mengukur hubungan antara dua
variabel secara linear dan untuk mengetahui arah hubungannya yang terjadi.
2.3.3 Analisis Korelasi Spearman dn Kendall’s Tau
Analisis korelasi spearman dan
kendall’s tau digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel berdasar
peringkat-peringkat dan mengetahui arah hubungan.
2.4 Metode Pengujian
2.4.1 Uji Asumsi Klasik( Normalitas pada model
regresi)
Uji normalitas pada
model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual terdistribusi
secara normal atau tidak.
2.4.2 Uji Multikolinearitas
Uji
multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya
korelasi antar variabel independen.
2.4.3 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi
digunakan untuk menguji apakah model regresi ada korelasi antar residual pada
periode t dengan residual pada periode sebelumnya t-1.
2.4.4 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan
untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari
residual pada satu pengamatan kepengamatan yang lain.
2.4.5 Uji Validitas
Uji validitas
item digunakan untuk mengukur ketepatan suatu item dalam kuesioner atau skala, apakah item-item pada kuesioner tersebut sudah tepat dalam mengukur apa
yang ingin diukur, atau bisa melakukan penilaian langsung dengan metode
korelasi pearson atau metode corrected
item- total correlation.
2.4.5 Uji Reliabilitas
Uji
Reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat
pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran
tersebut diulang.
2.5 Analisis Data
2.5.1 Pengukuran Data( Nominal)
Skala
pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasi obyek, individual atau
kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, atau
pengambilan keputusan. Dalam mengidentifikasi hal-hal diatas digunakan
angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal,
maka statistic nonparametrik digunakan untuk menganalisis datanya.
Keterangan;
1:
YA
2:TIDAK
2.5.2
Analisis Kualitatif
Analisis
Kualitatif yang dapat dilakukan berdasarkan identifikasi responden sebagai
berikut:
Tabel
1 menunjukkan jumlah responden berdasarkan jenis kelamin
|
Keterangan
|
Frekuensi
|
|
Laki-laki
Perempuan
|
7
23
|
|
Jumlah
|
30
|
Berdasarkan
data diatas, tabel menunjukkan bahwa konsumen perempuan lebih dominan/lebih
banyak yang mengonsumsi Sarimi isi 2 daripada kosumen laki-laki hal ini sangat
dimungkinkan karena konsumen perempuan suka membeli produk selain karena
rasanya yang enak juga harganya yang
terjangkau sehingga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.
Tabel
2 menunjukkan jumlah responden berdasarkan usia
|
Keterangan
|
Frekuensi
|
|
<=20 thn
21-30 thn
31-40 thn
40 thn=>
|
2
13
12
3
|
|
Jumlah
|
30
|
Berdasarkan
data diatas, tabel menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen yang mengonsumsi
Sarimi isi 2 adalah usia yang produktif hal ini sangat dimungkinkan karena
mereka sudah mendapatkan penghasilan sendiri dan hidup berumah tangga.
Tabel
3 menjunjukkan jumlah responden berdasarkan status tingkat pendidikan
|
Keterangan
|
Frekuensi
|
|
SD
SMP
SMA/SMK
SARJANA
|
5
12
9
4
|
|
Jumlah
|
30
|
Berdasarkan
data diatas, tabel menunjukkan bahwa status tingkat pendidikan sebagian masyarakat
Andongrejo yang mengonsumsi Sarimi isi 2 adalah SMP dan SMA dimana status
tingkat pendidikan konsumen sangat menentukan pekerjaan dan penghasilan para
konsumen.
Tabel
4 menunjukkan jumlah responden berdasarkan pekerjaan
|
Keterangan
|
Frekuensi
|
|
Pelajar/mahasiswa
Pegawai swasta
Ibu rumah
tangga
Wiraswasta
Petani
Buruh
|
2
4
14
7
2
1
|
|
Jumlah
|
30
|
Berdasarkan
data diatas, tabel menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian
besar adalah ibu rumah tangga hal ini sangat dimungkinkan karena ibu rumah
tangga yang tidak memiliki pekerjaan
tetap atau bahkan menganggur, sehingga mereka sebisa mungkin mencoba untuk
menghemat pengeluaraan rumah tangga, agar kebutuhan bulanan mereka bisa
terpenuhi
Tabel
5 menunjukkan jumlah responden berdasakan pendapatan
|
Keterangan
|
Frekuensi
|
|
< Rp 150000
Rp 150000-Rp
500000
Rp 500000-Rp
1000000
Rp
1000000-Rp2000000
> Rp
2000000
|
6
17
4
2
1
|
|
Jumlah
|
30
|
Berdasarkan
tabel diatas, menunjukkan bahwa sebagian responden berpenghasilan antara Rp
150000-Rp 500000 sehingga mereka harus berhemat agar sebulan kedepan semua
kebutuhan responden dapat terpenuhi
2.5.3 Desain Sampel
Memakai Desain Non Probabilitas;
Ø Penilaian (judgment):
Memilih
sampel dari suatu populasi didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga
perwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan.
Ø Kesesuaian (convenience):
Memilih
unit-unit analisis dengan cara yang dianggap sesuai oleh peniliti.
Ø Teknik Bola
Salju(snowball):
Memilih
unit-unit yang mempunyai karakteristik langka dan unit-unit tambahan yang
ditunjukkan oleh responden sebelumnya.
2.6 Kerangka
Teori
Kerangka teori:
A.
Teori
permintaan(DEMAND)
Teori permintaan menerangkan tentang
cirri hubungan antara jumlah permintaan dengan harga.
B.
Teori
kepuasan pelanggan
Harga
menjadi faktor yang penting dalam proses keputusan pembelian.Menurut penelitian
yangdilakukan oleh Dapkevilius,Melkinas
(2009: 19)menyatakan bahwa harga dan kualitas produk sangatmempengaruhi pada
tingkat kepuasan pelanggan
C. Teori
keputusan pembeli
Teori-teori
pengambilan keputusan bersangkut paut dengan masalah
bagaimana pilihan-pilihan semacam itu dibuat. Kebijaksanaa, sebagai telah kita
rumuskan di muka, adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan tertentu yang
dilakukan oleh seseorang aktor atau sejumlah aktor berkenaan dengan suatu
masalah atau persoalan tertentu (brainstorm:teori-teori pengambilan keputusan).
D. Teori
promosi
Promosi
adalah suatu tempat untuk memberikan informasi kepada konsumen yaitu dengan
berbagai cara tertentu antara lain iklan, penjualan secara langsung kepada
konsumen, melakukan promosi untuk penjualan,(Principles of Marketing, Philip
kotler and Gary Amstrong).
Promosi
adalah setiap teknik yang dirancang untuk menjual suatu produk. Promosi sebagai
aspek bauran pemasaran yang berhubungan dengan teknik-teknik promosi yang
paling efektif untuk menjual suatu barang, teknik-teknik promosi yang khususnya adalah periklanan harus disampaikan
cara penggunaan, keutamaan dan keuntungan produk, penjualan pribadi, promosi
penjualan, dan hubungan masyarakat, (Business, Ricky W. Griffin and Ronald
J.Ebert).
2.7 Hipotesis
Hipotesis:
H0: tidak terdapat
pengaruh antara
variabel(rasa,iklan,harga) terhadap konsumen dalam keputusan pembelian sarimi isi 2
Ha: terdapat pengaruh antara
variabel(rasa,iklan,harga) terhadap konsumen dalam keputusan pembelian sarimi isi 2
Variabel
independen(X)
Disini
saya mengambil 3 variabel yaitu variabel rasa,variabel iklan dan variabel harga
·
Variabel rasa(X1) terdapat 12
item/pernyataan
·
Variabel iklan(X2) terdapat 8
item/pernyataan
·
Variabel harga (X3) terdapat
8 item/pernyataan
Variabel
dependen(Y)
Pernyataan
untuk variabel keputusan pembelian(Y)terdapat 18 item/pernyataan
|
variabel
|
item
|
|||
|
Favorable
|
jumlah
|
unfavorable
|
jumlah
|
|
|
Variabel (x1)
|
1,2,3,4,5,10
|
6
|
6,7,8,9,11,12
|
6
|
|
Variabel (x2)
|
13,14,17,19
|
4
|
15,16,18,20
|
4
|
|
Variabel (x3)
|
21,22,25,26
|
4
|
23,24,27,28
|
4
|
|
Variabel (Y)
|
29,31,33,35,37,39,41,43,46
|
9
|
30,32,34,36,38,40,42,44,45
|
9
|
Populasi
dan sampel
Menurut
Nawawi (1985), populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri
dari manusia, hewan, benda, tumbuhan, gejala, nilai tes atau peristiwa sebagai
sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian
(Warsito,1993).
Sampel
merupakaan sub dari seperangkat elemen yang dipilih untuk dipelajari.
Populasi:
masyarakat kota Blora
Sampel
: masyarakat desa Andongrejo 1
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
a)
Uji
Validitas Item dengan Metode Corrected Item Total Correlation
Metode ini dengan cara
mengkorelasikan masing-masing skor item dengan
skor total item dan melakukan koreksi
terhadap nilai koefisien korelasi yang
over estimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya ).
|
Item-Total Statistics
|
|||||||||
|
|
Scale Mean if Item Deleted
|
Scale Variance if Item Deleted
|
Corrected Item-Total Correlation
|
Cronbach's Alpha if Item Deleted
|
|||||
|
item1
|
21.83
|
8.075
|
-.100
|
-.162a
|
|||||
|
item2
|
21.83
|
8.282
|
-.170
|
-.132a
|
|||||
|
item3
|
22.00
|
8.552
|
-.260
|
-.096a
|
|||||
|
item4
|
22.10
|
7.472
|
.138
|
-.262a
|
|||||
|
item5
|
21.73
|
8.064
|
-.093
|
-.166a
|
|||||
|
item6
|
22.03
|
8.171
|
-.132
|
-.150a
|
|||||
|
item7
|
22.03
|
6.999
|
.309
|
-.346a
|
|||||
|
item8
|
21.93
|
7.306
|
.174
|
-.286a
|
|||||
|
item9
|
21.70
|
8.217
|
-.147
|
-.146a
|
|||||
|
item10
|
21.83
|
8.075
|
-.100
|
-.162a
|
|||||
|
item11
|
21.97
|
7.757
|
.011
|
-.210a
|
|||||
|
item12
|
22.17
|
7.523
|
.141
|
-.258a
|
|||||
|
item13
|
21.80
|
7.200
|
.222
|
-.307a
|
|||||
|
item14
|
21.93
|
7.306
|
.174
|
-.286a
|
|||||
|
item15
|
22.00
|
8.483
|
-.238
|
-.106a
|
|||||
|
item16
|
22.00
|
8.000
|
-.073
|
-.174a
|
|||||
|
item17
|
22.03
|
7.068
|
.281
|
-.333a
|
|||||
|
item18
|
22.20
|
8.234
|
-.154
|
-.150a
|
|||||
|
item19
|
22.00
|
7.310
|
.179
|
-.287a
|
|||||
|
item20
|
21.87
|
8.602
|
-.275
|
-.089a
|
|||||
|
item21
|
21.50
|
8.052
|
-.060
|
-.186a
|
|||||
|
item22
|
22.27
|
7.995
|
-.038
|
-.191a
|
|||||
|
item23
|
22.17
|
7.799
|
.024
|
-.213a
|
|||||
|
item24
|
21.53
|
7.292
|
.337
|
-.308a
|
|||||
|
item25
|
21.70
|
7.321
|
.200
|
-.289a
|
|||||
|
item26
|
21.83
|
7.178
|
.226
|
-.310a
|
|||||
|
item27
|
22.03
|
8.378
|
-.203
|
-.121a
|
|||||
|
item28
|
21.90
|
8.990
|
-.396
|
-.041a
|
|||||
|
item29
|
21.43
|
8.116
|
-.104
|
-.184a
|
|||||
|
item30
|
22.00
|
6.897
|
.343
|
-.365a
|
|||||
|
item31
|
21.67
|
8.506
|
-.254
|
-.108a
|
|||||
|
item32
|
22.23
|
8.047
|
-.069
|
-.180a
|
|||||
|
item33
|
21.47
|
8.051
|
-.051
|
-.190a
|
|||||
|
item34
|
22.30
|
7.734
|
.126
|
-.235a
|
|||||
|
item35
|
21.70
|
7.390
|
.171
|
-.277a
|
|||||
|
item36
|
21.80
|
8.510
|
-.247
|
-.102a
|
|||||
|
item37
|
21.83
|
7.316
|
.173
|
-.285a
|
|||||
|
item38
|
22.03
|
8.378
|
-.203
|
-.121a
|
|||||
|
item39
|
22.00
|
7.724
|
.025
|
-.216a
|
|||||
|
item40
|
21.97
|
8.102
|
-.110
|
-.158a
|
|||||
|
item41
|
22.03
|
7.689
|
.041
|
-.223a
|
|||||
|
item42
|
22.00
|
9.241
|
-.478
|
-.013a
|
|||||
|
item43
|
21.60
|
7.628
|
.110
|
-.243a
|
|||||
|
item44
|
22.23
|
8.530
|
-.286
|
-.112a
|
|||||
|
item45
|
22.20
|
8.028
|
-.066
|
-.180a
|
|||||
|
item46
|
21.57
|
7.840
|
.027
|
-.212a
|
|||||
|
a. The
value is negative due to a negative average covariance among items. This
violates reliability model assumptions. You may want to check item codings.
Dari data diatas item
yang di hapus adalah item
1,2,3,5,10 untuk variabel x1. Variabel x2 item
yang di hapus adalah item
15,16,,18,20.variabel x3 item yang
di hapus adalah item 22, 23,27,28 sedangkan untuk variabel Y item yang dihapus yaitu item 32,34,36,38,40,42,44,45 item-item
tersebut di hapus karena akan merusak hasil output data tersebut .
b)
Uji Reliabilitas
Setelah diuji validitasnya, maka item yang rusak
dibuang dan item yang baik
dimasukkan ke dalam uji reliabilitas (mengambil yang hasil uji validitas
dengan metode korelasi pearson).
Output setelah sebagian item
yang merusak data diatas di hapus
|
|||||||||
|
Item-Total
Statistics
|
|||||||||
|
|
Scale Mean if Item Deleted
|
Scale Variance if Item Deleted
|
Corrected Item-Total Correlation
|
Cronbach's Alpha if Item Deleted
|
|||||
|
item29
|
13.47
|
15.568
|
.118
|
.703
|
|||||
|
item30
|
14.03
|
14.516
|
.265
|
.694
|
|||||
|
item31
|
13.70
|
15.803
|
-.066
|
.720
|
|||||
|
item33
|
13.50
|
15.638
|
.034
|
.707
|
|||||
|
item35
|
13.73
|
15.030
|
.145
|
.704
|
|||||
|
item37
|
13.87
|
14.878
|
.164
|
.703
|
|||||
|
item39
|
14.03
|
14.033
|
.399
|
.682
|
|||||
|
item41
|
14.07
|
13.789
|
.479
|
.675
|
|||||
|
item43
|
13.63
|
14.999
|
.193
|
.700
|
|||||
|
item46
|
13.60
|
15.007
|
.211
|
.698
|
|||||
|
item26
|
13.87
|
13.982
|
.407
|
.681
|
|||||
|
item25
|
13.73
|
14.133
|
.405
|
.682
|
|||||
|
item24
|
13.57
|
14.737
|
.345
|
.690
|
|||||
|
item21
|
13.53
|
15.223
|
.191
|
.700
|
|||||
|
item19
|
14.03
|
14.861
|
.172
|
.702
|
|||||
|
item17
|
14.07
|
13.720
|
.499
|
.673
|
|||||
|
item14
|
13.97
|
13.826
|
.447
|
.677
|
|||||
|
item13
|
13.83
|
14.213
|
.349
|
.687
|
|||||
|
item12
|
14.20
|
14.510
|
.328
|
.690
|
|||||
|
item11
|
14.00
|
14.828
|
.178
|
.702
|
|||||
|
item9
|
13.73
|
15.926
|
-.100
|
.723
|
|||||
|
item8
|
13.97
|
14.240
|
.333
|
.688
|
|||||
|
item7
|
14.07
|
14.685
|
.225
|
.698
|
|||||
|
item6
|
14.07
|
15.099
|
.113
|
.707
|
|||||
|
item4
|
14.13
|
14.602
|
.267
|
.694
|
|||||
3.2 Uji Asumsi Klasik Regresi
a)
Uji
Normalitas Pada Model Regresi
Uji
normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual
terdistribusi secara normal atau tidak.
Uji normalitas metode grafik p-p plot
Cara
untuk mendeteksinya adalah dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal
pada grafik normal P-P Plot of Regression
Standardized Residual sebagai dasar pengambilan keputusannya. Jika menyebar
sekitar garis dan mengikuti garis diagonal maka residual pada model regresi
tersebut terdistribusi secara normal.
Uji normalitas dengan metode One Sample
Kolmogorov-Smirnov
Cara
untuk mendeteksinya yaitu dengan melihat nilai standardized residual. Jika signifikansi lebih dari 0,05 maka
residual terdistribusi secara normal.
|
One-Sample
Kolmogorov-Smirnov Test
|
|||
|
|
|
Unstandardized
Residual
|
|
|
N
|
30
|
||
|
Normal
Parametersa
|
Mean
|
.0000000
|
|
|
Std.
Deviation
|
1.96899995
|
||
|
Most
Extreme Differences
|
Absolute
|
.088
|
|
|
Positive
|
.055
|
||
|
Negative
|
-.088
|
||
|
Kolmogorov-Smirnov
Z
|
.484
|
||
|
Asymp.
Sig. (2-tailed)
|
.973
|
||
|
a. Test distribution is Normal.
|
|||
|
|
|||
Dari
output diatas dapat diketahui bahwa
nilai signifikansi (Asym.Sig 2-tailed) sebesar 0,973. Karena signifikansi lebih
dari 0,05 maka residual terdistribusi dengan normal.
b)
Uji
Multikolinearitas
Uji
multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya
korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak
terjadi korelasi diantara variabel bebas. Metode yang biasa digunakan yaitu
dengan melihat nilai inflation factor
(VIF) dan tolerance pada model
regresi. Jika nilai VIF kurang dari 10 dan tolerance lebih dari 0,1 maka model
regresi bebas dari multikolinearitas.
|
Coefficientsa
|
||||||||
|
Model
|
Unstandardized Coefficients
|
Standardized Coefficients
|
t
|
Sig.
|
Collinearity Statistics
|
|||
|
B
|
Std. Error
|
Beta
|
Tolerance
|
VIF
|
||||
|
1
|
(Constant)
|
5.514
|
1.140
|
|
4.836
|
.000
|
|
|
|
x1
|
-.224
|
.207
|
-.204
|
-1.079
|
.291
|
.935
|
1.069
|
|
|
x2
|
.294
|
.261
|
.211
|
1.123
|
.272
|
.956
|
1.046
|
|
|
x3
|
.414
|
.340
|
.234
|
1.217
|
.234
|
.913
|
1.095
|
|
|
a.
Dependent Variable: y
|
|
|
|
|
|
|
||
Dari
output diatas dapat diketahui bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,1 untuk ketiga
variabel maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi masalah
multikolinearitas
c)
Uji
Autokorelasi
Uji
autokorelasi digunakan untuk menguji apakah model regresi ada korelasi antara
residual pada periode t dengan residual pada periode sebelumnya (t-1). Model
regresi yang baik adalah yang tidak adanya masalah autokorelasi. Metode
pengujian yang sering digunakanadalah dengan uji Durbin-Watson (uji DW).
Pengambilan keputusan pada uji Durbin
Watson sebagai berikut:
·
du
< dw < 4 – du maka H0
diterima, artinya tidak terjadi autokorelasi
·
dw
< dl atau dw > 4 – dl maka H0 dtolak, artinya terjadi autokorelasi
·
dl
< dw < dl atau 4 – du < dw < 4 – dl, artinya tidak ada kepastian
atau kesimpulan yang pasti
nilai
du dan dl diperoleh dari tabel statistic DurbinWatson.
|
Model Summaryb
|
|||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
Durbin-Watson
|
|
1
|
.355a
|
.126
|
.025
|
2.079
|
1.741
|
|
a.
Predictors: (Constant), x3, x2, x1
|
|
|
|||
|
b.
Dependent Variable: y
|
|
|
|
||
Nilai Durbin
Watson dapat dilihat pada output
regression pada table Model summary. Dapat diketahui bahwa Nilai Durbin Watson
sebesar 1.741. sedangkan dari tabel DW dengan signifikansi 0,05 dan jumlah data
(n) = 30, serta k=3(k adalah jumlah variabel independen) diperoleh nilai dl
sebesar 1,124 dan du sebesar 1,650(diperoleh dari tabel d (Durbin Watson pada
taraf signifikansi 0,05). Dengan ini maka didapat 4-du = 2,35 dan 4-dl = 2,786
karena nilai DW (1,741) berada pada daerah antara du dan 4-du
(du<dw<4-du), maka H0 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa
tidak terjadi autokorelasi pada model regresi.
d)
Uji Heteroskedastisitas
Uji
heteroskedastisitas digunakan untuk
menguji apakah dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan varian dari
residual pada suatu pengamatan ke pengamatan
yang lain. Mode regresi yang baik adalah tidak terjadi
heteroskedastisitas.
Uji Korelasi Spearman
Untuk
mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas
dengan melakukan analisis korelasi spearman antara residual dengan
masing-masing variabel independen. Jika nilai signifikansi antara variabel
independen dengan residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi
heteroskedastisitas.
|
Correlations
|
|
Correlations
|
||||||
|
|
|
|
x1
|
x2
|
x3
|
Unstandardized Residual
|
|
Spearman's rho
|
x1
|
Correlation Coefficient
|
1.000
|
.135
|
.206
|
.093
|
|
Sig. (2-tailed)
|
.
|
.478
|
.275
|
.626
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
x2
|
Correlation Coefficient
|
.135
|
1.000
|
.227
|
.055
|
|
|
Sig. (2-tailed)
|
.478
|
.
|
.228
|
.773
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
x3
|
Correlation Coefficient
|
.206
|
.227
|
1.000
|
.016
|
|
|
Sig. (2-tailed)
|
.275
|
.228
|
.
|
.933
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
Unstandardized Residual
|
Correlation Coefficient
|
.093
|
.055
|
.016
|
1.000
|
|
|
Sig. (2-tailed)
|
.626
|
.773
|
.933
|
.
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
Dari output diatas dapat diketahui bahwa korelasi ketiga variabel
dengan Unstandarized Residual nilai
signifikannya lebih dari 0,05. Sehngga dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ada
heteroskedastisitas.
Metode Scatterplot
Uji heteroskedastisitas dengan
metode Scatterplot yaitu dengan melihat pola titik-titik pada scatterplot
regresi. Jika titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas dan
dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.
Hasil uji heteroskedastisitas dapat
dilihat pada output Regrssioni pada gambar Scatterplot. Dapat diketahui bahwa
titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas dan dibawah angka 0
pada sumbu Y, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah
heteroskedastisitas pada model regresi.
3.3 Uji
Analisis Regresi Linear Berganda
|
Variables Entered/Removedb
|
|||
|
Model
|
Variables Entered
|
Variables Removed
|
Method
|
|
1
|
x3, x2,
x1a
|
.
|
Enter
|
|
a. All
requested variables entered.
|
|
||
|
b.
Dependent Variable: y
|
|
||
|
Model Summaryb
|
||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
|
1
|
.355a
|
.126
|
.025
|
2.079
|
|
a.
Predictors: (Constant), x3, x2, x1
|
|
|||
|
b.
Dependent Variable: y
|
|
|
||
|
ANOVAb
|
||||||
|
Model
|
Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
|
1
|
Regression
|
16.235
|
3
|
5.412
|
1.251
|
.311a
|
|
Residual
|
112.432
|
26
|
4.324
|
|
|
|
|
Total
|
128.667
|
29
|
|
|
|
|
|
a.
Predictors: (Constant), x3, x2, x1
|
|
|
|
|||
|
b.
Dependent Variable: y
|
|
|
|
|
||
|
Coefficientsa
|
||||||||
|
Model
|
Unstandardized
Coefficients
|
Standardized
Coefficients
|
t
|
Sig.
|
||||
|
B
|
Std. Error
|
Beta
|
||||||
|
1
|
(Constant)
|
5.514
|
1.140
|
|
4.836
|
.000
|
||
|
x1
|
-.224
|
.207
|
-.204
|
-1.079
|
.291
|
|||
|
x2
|
.294
|
.261
|
.211
|
1.123
|
.272
|
|||
|
x3
|
.414
|
.340
|
.234
|
1.217
|
.234
|
|||
|
a. Dependent Variable: y
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Residuals Statisticsa
|
|||||
|
|
Minimum
|
Maximum
|
Mean
|
Std. Deviation
|
N
|
|
Predicted
Value
|
5.52
|
7.90
|
6.67
|
.748
|
30
|
|
Residual
|
-4.450
|
3.398
|
.000
|
1.969
|
30
|
|
Std.
Predicted Value
|
-1.537
|
1.645
|
.000
|
1.000
|
30
|
|
Std.
Residual
|
-2.140
|
1.634
|
.000
|
.947
|
30
|
|
a.
Dependent Variable: y
|
|
|
|
|
|
Pembahasan
hasil analisis regresi dan pengujia t dan f sebagai berikut:
Persamaan
regresi berganda adalah:
Y= a + b1X1
+ b2X2 + b3X3
Y=5,514-(0,224)X1+0,294X2+0,414X3
Y=5,514-0,224X1+0,294X2+0,414X3
Keterangan:
Y=
variabel dependen
X1,X2,X3=
variabel independen
a= nilai
konstanta
b1,b2,b3=
koefisien regresi
penjelasan
persamaan tersebut sebagai berikut:
Ø Konstanta sebesar 5,514; artinya
jika variabel rasa, variabel iklan dan variabel harga nilainya 0, maka
keputusan pembelian nilainya sebesar 5,514
Ø Koefisien regresi variabel rasa
sebesar -0,224; artinya jika variabel rasa mengalami kenaikan satu satuan, maka
keputusan pembelian akan mengalami penurunan sebesar 0,224 satuan dengan asumsi
variabel independen lainnya bernilai tetap.
Ø Koefisien regresi variabel iklan
sebesar 0,294; artinya jika variabel iklan mengalami kenaikan satu satuan, maka
keputusan pembelian akan mengalami kenaikan sebesar 0,294
Ø Koefisien regresi variabel harga
sebesar 0,414; artinya jika variabel harga mengalami kenaikan satu satuan, maka
keputusan pembelian akan mengalami kenaikan sebesar 0,414
3.4
Uji Hipotesis
Pengujian koefisien regresi variabel
rasa (X1)
Langkah-langkah pengujian sebagai
berikut:
1. Hipotesis
H0:
variabel rasa secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian
Sarimi isi 2
H1:
variabel rasa secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi
isi 2
2.
Dengan
tingkat signifikansi 0,05
3.
t
hitung sebesar -1,079(di dapat dari output
diataas)
4.
Menentukan
t tabel
Tabel distribusi t dicari pada α =
5% : 2= 2.5%(uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 30-3-1=26
(n= adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Dengan
pengujian 2 sisi (signifikansi = 0.025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar
2,042
5.
kriteria
pengujian
H0 diterima jika-t tabel
≤ t hitung ≤ t tabel
H0 ditolak jika –t hitung
<-t tabel atau t hitung >t tabel
6.
nilai
-t hitung > -t tabel (-1,079>-2,042) maka H0 diterima
7.
artinya
bahwa variabel rasa secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan
pembelian Sarimi isi 2.
Pengujian koefisien regresi variabel
iklan (X2)
Langkah-langkah pengujian sebagai
berikut:
1. Hipotesis
H0:
variabel iklan secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian
Sarimi isi 2
H1:
variabel iklan secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi
isi 2
2. Dengan tingkat signifikansi 0,05
3. t hitung sebesar 1,123(di dapat dari
output diataas)
4. Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada α =
5% : 2= 2.5%(uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 30-3-1=26
(n= adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Dengan
pengujian 2 sisi (signifikansi = 0.025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar
2,042
5. kriteria pengujian
H0 diterima jika-t tabel
≤ t hitung ≤ t tabel
H0 ditolak jika –t hitung
<-t tabel atau t hitung >t tabel
6. nilai t hitung > t tabel
(1,123<2,042) maka H0 diterima
7. artinya bahwa variabel iklan secara
parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.
Pengujian koefisien regresi variabel harga (X3)
Langkah-langkah pengujian sebagai
berikut:
1. Hipotesis
H0:
variabel harga secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian
Sarimi isi 2
H1:
variabel harga secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi
isi 2
2. Dengan tingkat signifikansi 0,05
3. t hitung sebesar 1,217(di dapat dari
output diataas)
4. Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada α =
5% : 2= 2.5%(uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 30-3-1=26
(n= adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Dengan
pengujian 2 sisi (signifikansi = 0.025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar
2,042
5. kriteria pengujian
H0 diterima jika-t tabel
≤ t hitung ≤ t tabel
H0 ditolak jika –t hitung
<-t tabel atau t hitung >t tabel
6. nilai t hitung > t tabel (1,217<2,042)
maka H0 diterima
7. artinya bahwa variabel harga secara
parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.
Langkah-langkah
pengujian sebagai berikut:
ü Merumuskan hipotesis
H0:
variabel rasa, variabel iklan dan variabel harga secara bersama-sama tidak berpengaruh
terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
Ha:
variabel rasa, variabel iklan dan variabel harga secara bersama-sama
berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
ü Menentukan tingkat signifikasi
tingkat signifikasi menggunakan 0,05
ü Menentukan f hitung
Berdasarkan
output diatas diperoleh f hitung
sebesar 1,251
ü Menentukan f tabel
menggunakan
tingkat keyakinan 95%,α = 5%, df 1(jumlah variabel-1) atau 4-1=3 dan df
2(n-k-1) atau 30-3-1=26 (n= adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel
independen).hasil diperoleh untuk f tabel sebesar 2.975
ü kriteria pengujian
-H0
diterma bila f hitung ≤ f tabel
-H0
ditolak bila f hitung > f tabel
ü membandingkan f hitung dengan f
tabel.
Nilai
f hitung ≤ f tabel (1,251 ≤ 2,975), maka terima H0.
ü Kesimpulan
Bahwa
variabel rasa,variabel iklan,dan variabel harga secara bersama-sama tidak
berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.
3.5
Analisis Korelasi Pearson
|
Correlations
|
|||||
|
|
|
x1
|
x2
|
x3
|
y
|
|
x1
|
Pearson
Correlation
|
1
|
.123
|
.243
|
-.122
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
|
.519
|
.195
|
.521
|
|
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
|
|
x2
|
Pearson
Correlation
|
.123
|
1
|
.195
|
.231
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.519
|
|
.301
|
.219
|
|
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
|
|
x3
|
Pearson
Correlation
|
.243
|
.195
|
1
|
.225
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.195
|
.301
|
|
.232
|
|
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
|
|
y
|
Pearson
Correlation
|
-.122
|
.231
|
.225
|
1
|
|
Sig. (2-tailed)
|
.521
|
.219
|
.232
|
|
|
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
|
Dari
output diatas dapat diketahui nilai
korelasi pearson antara variabel rasa, variabel iklan dan variabel harga dengan
keputusan pembelian sebesar -0,122. Artinya korelasi t
Idak
signifikan pada level 0,05 dengan uji 2 sisi. Nilai korelasi negative artinya
tidak terjadi hubungan yang positif yaitu jika variabel rasa, iklan dan harga
meningkat maka keputusan pembelian akan menurun.
3.6
Korelasi Spearman dan Kendall’s tau
|
Correlations
|
||||||
|
|
|
|
x1
|
x2
|
x3
|
y
|
|
Kendall's
tau_b
|
x1
|
Correlation
Coefficient
|
1.000
|
.111
|
.170
|
-.008
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.
|
.454
|
.262
|
.956
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
x2
|
Correlation
Coefficient
|
.111
|
1.000
|
.181
|
.219
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.454
|
.
|
.242
|
.132
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
x3
|
Correlation
Coefficient
|
.170
|
.181
|
1.000
|
.193
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.262
|
.242
|
.
|
.198
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
y
|
Correlation
Coefficient
|
-.008
|
.219
|
.193
|
1.000
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.956
|
.132
|
.198
|
.
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
Spearman's
rho
|
x1
|
Correlation
Coefficient
|
1.000
|
.135
|
.206
|
-.025
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.
|
.478
|
.275
|
.896
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
x2
|
Correlation
Coefficient
|
.135
|
1.000
|
.227
|
.284
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.478
|
.
|
.228
|
.128
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
x3
|
Correlation
Coefficient
|
.206
|
.227
|
1.000
|
.244
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.275
|
.228
|
.
|
.193
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
|
y
|
Correlation
Coefficient
|
-.025
|
.284
|
.244
|
1.000
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.896
|
.128
|
.193
|
.
|
||
|
N
|
30
|
30
|
30
|
30
|
||
Dari
output diatas dapat diketahui nilai
korelasi kendall’s tau antara variabel rasa, iklan, harga dengan keputusan
pembelian dengan variabel rasa sebesar -0,008 dan nilai spearman sebesar -0,025
variabel iklan dengan keputusan pembelian sebesar 0,219 sedangkan nilai
spearmannya yaitu 0,284 variabel harga dengan keputusan pembelian sebesar 0,193
dan nilai spearman 0,244. Nilai korelasi Pada variabel rasa adalah negative
artinya tidak ada hubungan positif yaitu jika variabel rasa semakin tinggi maka
keputusan pembelian akan semakin rendah,
pada variabel iklan bernilai positif artinya terdapat hubungan yang positif
yaitu jika variabel iklan semakin tinggi maka keputusan pembelian juga semakin
naik. Sedangka variabel harga mempunyai nilai korelasi yang positif artinya
semakin murah harga Sarimi isi 2 maka semakin tinggi pula keputusan pembelian
masyarakat terhadap Sarimi isi 2.
BAB IV
4.1 KESIMPULAN
dan SARAN
4.11 kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data dan analisis data diatas dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1) Masyarakat di Blora yang dijadikan
responden dalam penelitian ini secara dominan berjenis kelamin perempuan
berusia antara 21-40 tahun,dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama
dan Sekolah Menengah Umum, dengan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga, dengan
pendapatan rata-rata adalah Rp. 150.000-Rp. 500.000
2) Berdasarkan hasil analisis diatas,
telah teruji secara parsial bahwa:
·
variabel
rasa secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
·
variabel
iklan secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi
2.
·
variabel
harga secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi
2.
3) Berdasarkan hasil analisis diatas,
telah teruji secara simultan bahwa variabel rasa,variabel iklan,dan variabel
harga secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi
isi 2.
4.12 saran
ü PT INDOFOOD
CBP SUKSES MAKMUR harus lebih memperhatikan variabel rasa, variabel
harga serta variabel iklan agar produk Sarimi isi 2 lebih dapat diterima oleh
masyarakat. Hal ini berkaitan dengan tingkat persaingan produk sejenis dari
produk mie lainnya.
ü pihak manajemen PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR mencari alternatif lain,yaitu jenis produk yang lain, yang dapat
ditawarkan kepada masyarakat sebagai bahan konsumsi masyarakat yang lainnya.
ü Untuk penelitian selanjutnya
peneliti berharap agar dapat menambahkan variabel-variabel yang mempengaruhi
masyarakat untuk membeli produk Sarimi isi 2.
DAFTAR PUSTAKA
Priyatno, Duwi, “Buku
Saku SPSS”, Cetakan Pertama,
Yogyakarta: Media Kom, 2011.
Sarwono, Jonathan,”Metode
Penelitian Kuantitatif & Kualitatif”, Edisi Pertama, Yogyakarta: Graha Ilmu,
2006.
Hasan, Iqbal,”Analisis
Data Penelitian Dengan Statistik”, Cetakan Pertama, Jakarta: Bumi Aksara,
2004.
Algifari,”Analisis
Regresi Teori,Kasus, Dan Solusi”, Edisi Kedua, Yogyakarta: BPFE, 2000.
DAFTAR KUESIONER
ANALISIS
VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PEMBELIAN PRODUK (SARIMI ISI 2)
Apakah anda tahu SARIMI
ISI2………..?(ya/tidak)
Apakah anda pernah mengonsumsi
SARIMI ISI 2…………?(ya/tidak)
Nama : .................................................................
(boleh tidak diisi)
Alamat : ................................................................. (boleh tidak diisi)
Usia saat ini : ...... tahun
Jenis kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
Status tingkat pendidikan
a. SD
b. SMP
c. SMU
d. Sarjana
e. Lainnya (................................)
Pekerjaan Anda saat ini
a. Pelajar/mahasiswa
b. Pegawai Swasta
c. Pegawai Negeri
d. Wiraswasta
e. Lainnya (................................)
Alamat : ................................................................. (boleh tidak diisi)
Usia saat ini : ...... tahun
Jenis kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
Status tingkat pendidikan
a. SD
b. SMP
c. SMU
d. Sarjana
e. Lainnya (................................)
Pekerjaan Anda saat ini
a. Pelajar/mahasiswa
b. Pegawai Swasta
c. Pegawai Negeri
d. Wiraswasta
e. Lainnya (................................)
Pendapatan/uang saku Anda per bulan
a. < Rp. 150.000
b. Rp. 150.000 – Rp. 500.000
c. Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000
d. Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000
e. > Rp. 2.000.000
a. < Rp. 150.000
b. Rp. 150.000 – Rp. 500.000
c. Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000
d. Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000
e. > Rp. 2.000.000
Saudara/Saudari dimohon untuk memberikan tanda
cek (√)
pada salah satu kolom jawaban yang sesuai dengan pilihan dan juga isi hati Anda.
pada salah satu kolom jawaban yang sesuai dengan pilihan dan juga isi hati Anda.
|
Pernyataan untuk variabel rasa (X1)
|
ya
|
tidak
|
|
·
rasa
dari produk sarimi isi 2 lebih enak dari produk mie yang lain
|
||
|
·
tekstur
dari mie sarimi isi 2 rasanya lebih kenyal dibandingkan dengan produk
mie yang lain
|
|
|
|
·
bumbu sarimi
isi 2 rasanya lebih nendang dibandingkan dengan produk mie yang lain
|
|
|
|
·
sarimi
isi 2 mempunyai varian rasa yang lebih banyak
|
|
|
|
·
penasaran
ingin mencoba rasa dari sarimi isi 2
|
|
|
|
·
rasa
dari produk sarimi isi 2 tidak
enak
|
|
|
|
·
tekstur sarimi
isi 2 lebih keras di bandingkan dengan produk mie yang lain
|
|
|
|
·
bumbu sarimi isi 2 rasanya hambar
|
|
|
|
·
sarimi isi 2 mempunyai varian rasa sedikit
dibandingkan dengan produk mie yang lain
|
|
|
|
·
anda
membeli sarimi isi 2 karena
mempunyai kualitas rasa bumbu yang enak
|
||
|
·
sarimi 2
isi tidak mempunyai kualitas rasa
bumbu yang enak
|
||
|
·
tidak
ingin mencoba rasa dari sarimi isi 2
|
|
|
|
Pernyataan untuk variabel iklan(X2)
|
ya
|
tidak
|
|
·
anda
tertarik dengan sarimi isi 2 karena iklannya
|
||
|
·
bintang
iklan sarimi isi 2 merupakan artis terkenal sehingga anda berminat
untuk membelinya
|
|
|
|
·
iklan
tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi isi 2
|
|
|
|
·
bintang
iklan tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi isi 2
|
|
|
|
·
anda
memilih sarimi isi 2 karena
iklannya sering muncul di TV
|
||
|
·
anda
tidak ingin mencoba sarimi isi 2
karena iklannya sangat membosankan
|
||
|
·
bintang
iklan sarimi isi 2 adalah idola
anda
|
||
|
·
bintang
iklan sarimi isi 2 bukan idola
anda
|
|
Pernyataan untuk variabel harga(X3)
|
ya
|
tidak
|
|
·
sarimi isi 2 lebih
murah harganya dari pada produk mie yang lain
|
||
|
·
sarimi isi 2
harganya sama dengan produk mie yang lain
|
|
|
|
·
sarimi isi 2
harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga mie isi 2 dari produk lain
|
|
|
|
·
Sarimi isi 2
harganya tidak sama dengan produk mie yang lain
|
||
|
·
Anda
membeli sarimi isi 2 karena ingin
menghemat pengeluaran
|
||
|
·
Anda
membeli sarimi isi 2 karena uang
saku/pendapatan yang sedikit
|
||
|
·
Anda
membeli sarimi isi 2 bukan untuk
menghemat pengeluaran
|
||
|
·
Uang
saku/pendapatan tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi isi 2
|
|
Pernyataan untuk variabel
keputusan pembelian(Y)
|
ya
|
tidak
|
|
·
Anda membeli sarimi isi 2 karena terjamin
halal
|
|
|
|
·
Label halal tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi
isi 2
|
|
|
|
·
Anda memiliki kepuasan tersendiri setelah
mengonsumsi sarimi isi 2
|
|
|
|
·
Tidak ada kepuasan tersendiri ketika saya
mengonsumsi sarimi isi 2
|
|
|
|
·
Anda membeli sarimi isi 2 karena bisa
mengenyangkan
|
|
|
|
·
Sarimi
isi 2 tidak
mengenyangkan
|
|
|
|
·
Anda membeli sarimi isi 2 karena adanya
dorongan untuk hidup berhemat
|
|
|
|
·
Hidup berhemat tidak harus membeli sarimi isi 2
|
|
|
|
·
Anda membeli sarimi isi 2 karena rasanya
menggugah selera makan
|
|
|
|
·
Rasa sarimi isi 2 tidak menggugah selera
makan anda
|
|
|
|
·
Anda membeli sarimi isi 2 karena iklannya
menarik simpati anda
|
|
|
|
·
Iklan sarimi isi 2 tidak menarik simpati
anda untuk membeli sarimi isi 2
|
|
|
|
·
Anda membeli sarimi isi 2 karena
teman-teman anda membeli sarimi isi 2
|
|
|
|
·
Teman-teman anda tidak mempengaruhi anda untuk
membeli sarimi isi 2
|
|
|
|
·
Anda membeli sarimi isi 2 karena anda
penggemar mie
|
|
|
|
·
Anda bukan penggemar mie
|
|
|
|
·
Sarimi
isi 2 sangat
sulit di jumpai di toko/supermarket terdekat
|
|
|
|
·
Anda membeli sarimi isi 2 karena mudah di
cari di toko/supermarket
|
|
|
terimakasih atas waktunya dan jawaban yang
anda berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar