statistk

onUnLoad="alert('Thanks for your visited');">

Senin, 12 Desember 2011

apa cerita temen2 waktu pulang kampung yg paling menarik??
emmm,,,okelah mungkin ada berbagai macam cerita yang berkesan di hati temen2 pas lagi pulang kampung,,
klo aq ini cerita aq waktu aq pulkamp kemaren tepatnya pada tgl 10-11 desember 2011



sabtu 10 desember  2011
persiapan berziarah ke sunan ngampel ( Syeh Abdul Qohar ) di Blora dengan mobil pick up (yang biasa buat muatan sapi) bersama2 dengan warga Andongrejo,,,,hemmm,,,berasa seperti sapi,,wkwkwkkwkwk














mulai memasuki kawasan makam,,, tapi sayang makamnya tidak bleh di foto..
sedikit tips buat tmen2 yg lg g' punya uang tapi perut bisa kenyang yaitu:
  • pertama :mumpung ada penjual yg lgi baek hati nawarin dagangannya dan menyuruh kita untuk mencobanya, cobain ja mumpung ada gratisan,,hehehhe jarang2 kan penjual nyuruh kita bwt nyobain dagangannya..(apa lagi kalau pedagangnya pelit)hadewh,,
  • pura2 nawar2 sambil nyobain barang dagangan si penjual 
  • jangan nawar2 barang dagangan yang sama di deket penjual yang barangnya habis kita cobain (nanti si penjual yang lain bisa tau kalau kita g' niat beli tapi niatnya cuma nyicip barang dagangannya ja,,,,)
  • lakukan seperti itu terus hingga perut kenyang,,,
tips ini hanya brlaku pada orang2 yang g' punya malu,,,,hehehehehe


minggu 11 desember 2011
melihat kirab,,(ultah Blora)huuuhh ramainya,,,



bersalaman dengan bapak Bupati Blora, tapi sayang g' di kasih uang ( dasar mata uangan )

Kamis, 08 Desember 2011

pengalaman itu emank guru yang paling berharga,,,,

ini saya buktikan sendiri ketika saya sedang latihan membuat bubur,,,
  • percobaan pertama:(GAGAL) ini di sebabkan karena kekurangan air dan manci yang kurang besar + saya menambahkan gula aren (tujuannya supaya rasanya lebih manis,,,)tapi alhasil bubur  menjadi nasi manis karena kurang air dan mancinya pun ikut2an gosong,padahal itu manci hasil pinjeman,,,hadehhh
  • percobaan kedua:(Alhamdulillah lumayan)karena saking penasarannya pngen bisa buat bubur kali ini saya putuskan untuk telfon ibu saya. dan ibu saya bilang membuat bubur itu gampang sekali tinggal masukan beras ke rice cooker lalu kasih santan yang banyak tambahkan sedikit garam, geser tmbol rice cooker menjadi slow cooker aduk aduk terus supaya nanti jadinya tidak seperti nasi tunggu kira2 setengah jam bubur sudah bisa di nikmati,,,,
  • percobaan ketiga:(Ga' ada rasanya): karena saya orangnya pantang menyerah jadi saya memutuskan untuk melakukan percobaan membuat bubur yang terakhir. di percobaan ketiga ini saya melakukan tindakan kebodohan bukan karena menggosongkan panci orang lain lagi tapi karena pada waktu saya memasak bubur di rice cooker saya lupa tidak menggeser tombol rice cooker dari warm ke cooking(padahal waktu itu saya sudah menunggu kematangan bubur saya selama berjam- jam), dan setelah saya mengetahui bahwa saya belum menggesernya saya langsung menggeser ke tombol cooking karena waktu itu saya buru2 mau kuliah jadi saya biarkan buburnya dan waktu saya pulang dari kampus ternyata buburnya telah menjadi nasi yang rasanya hambar/tidak ada rasanya,,
dan kini saya mempunyai tips khusus untuk para calon pemula yang ingin mencoba membuat bubur
  1.  siapkan dulu bahan2 untuk membuat bubur: beras,santan, garam, air secukupnya 
  2. siapkan pula alat2nya: rice cooker, spatula kecil(untuk mengaduk bubur)
  3. cuci beras 3-4x
  4. masukkan beras yang telah di cuci tadi bersama dengan santan dan air ke dalam rice cooker(ingat airnya harus yang banyak)
  5. aduk2 terus hingga menjadi bubur
  6. bubur siap untuk di santap.
 

Autobiografi

AUTOBIOGRAFI
Perkenalkan nama saya adalah Rena muntafiah, saya adalah seorang mahasiswa UNIMUS ( Universitas Muhammadiyah Semarang ), sekarang ini saya semester tiga dari fakultas FMIPA ( Fakultas Matematika dan Ipa ), saya mengambil jurusan S-1 Statistika.
Rena itulah nama panggilan saya, saya lahir di Blora pada tanggal 16 bulan agustus tahun 1992, agama saya adalah Islam dan saya adalah seorang WNI (Warga Negara Indonesia ). Di sini saya mempunyai cita-cita, cita-cita saya ada yang jangka pendek dan ada pula yang jangka panjang. Untuk yang jangka pendek yaitu saya ingin di semester ini mendapatkan IPK tertinggi di kelas, dan saya juga ingin mendapatkan beasiswa supaya saya tidak  memberi beban kepada orang tua saya terus. Dan untuk yang jangka panjangnya yaitu saya ingin menjadi orang yang sukses, bisa membanggakan, membahagiyakan orang tua dan juga semua orang, ingin mendirikan sekolah dan panti asuhan bagi anak yang tidak mampu atau anak yatim piatu.
Selain memiliki cita-cita saya juga memiliki hobi, hobi saya antara lain yaitu menyanyi saya sudah sering sekali konser menyanyi di kamar mandi tetapi hasilnya saya malah sering kena marah sama orang tua saya, karena setiap kali saya mengadakan konser di kamar mandi saya membutuhkan waktu yang lama, sehingga setiap kali orang tua saya ingin cepat-cepat bekerja mereka harus mengantri dulu menunggu saya selesai konser. Sedangkan hobi saya yang lainnya yaitu mendengarkan musik saya senang sekali mendengarkan musik karena musik bisa menjadi obat ketika saya sedang sedih. Selain itu saya juga suka  jalan-jalan untuk  menghilangkan stres, kadang-kadang saya juga senang membaca buku tetapi hanya buku-buku tertentu saja yang saya baca antara lain yaitu buku karangan dari Raditya Dika ataupun buku-buku yang berbau islamik.
Lain lagi tentang kehidupan asmara saya, saya kurang begitu mengerti tentang cinta. Karena  saya bukanlah seorang pujangga cinta yang hobinya gonta ganti pacar setiap waktu setiap.
 Saya sebenarnya tinggal di Blora tetapi karena saya sekarang kuliah di semarang jadi saya sekarang tinggal di semarang tepatnya di jalan Kedung mundu raya No.44 (perumahan Kini Jaya Semarang). Sedangkan di Blora saya tinggal di Desa Andongrejo RT 003/RW 002, kecamatan Blora, kabupaten Blora. Di Blora lah saya di lahirkan dan di besarkan oleh orang tua saya, tetapi karena ayah saya sudah meninggal sejak saya masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK),  jadi saya tinggal di Blora sekarang hanya berdua dengan ibu saya. Di Blora juga merupakan tempat saya memperoleh pendidikan dari TK sampai SMA.
Saya dulu pernah mendapatkan pendidikan TK ( Taman Kanak- kanak ) di TK MUSLIMAT, dulu saya tidak sempat  memperoleh pendidikan di PAUD ataupun PLAY GROUP, karena waktu itu di Blora belum banyak adanya Pendidikan Anak Usia Dini( PAUD) ataupun PLAY GROUP. Saya SD ( Sekolah Dasar ) di SD Andongrejo 1, selama saya menitih pendidikan di SD saya tidak pernah nendapatkan peringkat 5 besar, ataupun mendapatkan juara cerdas cermat tetapi saya senang meskipun saya tidak pernah mendapat peringkat ataupun mendapat juara cerdas cermat saya bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan bagi saya.
Sehingga saya bisa melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Pertama (SMP)N5 BLORA, jarak sekolah saya dengan rumah saya kurang lebih 15 Km sehingga saya harus menggunakan sepeda untuk menuju ke sekolah saya, Sama seperti waktu saya duduk di Sekolah Dasar, saya disini juga tidak pernah mendapatkan peringkat. Tetapi pada waktu saya kelas 3 SMP saya memecahkan rekor dari yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan peringkat di kelas 3 semester pertama saya mendapatkan peringkat 3 besar dari 40 anak. Pada waktu itu orang tua saya sempat tidak percaya dan terharu karena mungkin selama saya SD hingga SMP kelas 2 saya tidak pernah mendapatkan peringkat. Karena saya mendapatkan peringkat 5 besar jadi saya mendapatkan sebuah hadiah dari orang tua saya yaitu sebuah HP ( Hand Phone) baru.
Dan setelah saya lulus dari Sekolah Menengah Pertama saya mencoba untuk mendaftar ke SMK( Sekolah Menegah Kejuruan ) di SMK saya ingin mengambil jurusan skretaris karena saya ingin seperti kakak sepupu saya yang juga mengambil jurusan  sekretaris alasannya sangat simple yaitu supaya kalau kita berangkat ke sekolah bisa bareng. Tetapi Tuhan memberikan jalan lain untuk saya, saya mencabut pendaftaran saya di SMK dan saya memutuskan untuk melanjutkan ke SMA ( Sekolah Menengah Atas) yaitu di SMAN 2 BLORA. Pada waktu saya masuk SMA saya sering mainan Hand phone hadiah dari orang tua saya, waktu saya mendapatkan peringkat 3 di SMP. Akibatnya pada saat pembagian rapor  kelas 1 SMA saya tidak mendapatkan peringkat, di situ orang tua saya sempat kecewa sekali dengan saya. Dan selain saya tidak mendapat peringkat, saya juga tidak bisa diterima di jurusan IPA sehingga mau tidak mau saya harus di jurusan IPS padahal saat itu saya ingin sekali bisa masuk  jurusan IPA. Tetapi tidak jadi masalah berat untuk saya,  karena semua itu terbayar lunas karena selama di IPS saya selalu mendapatkan peringkat 5 besar hinggga saya lulus SMA dengan nilai yang cukup memuaskan.
Pada waktu saya lulus dari SMA orang tua saya menyuruh saya untuk melanjutkan kuliah di AIS Muhammadiyah (Akademi Statistik Muhammadiyah) Semarang, tujuan orang tua saya menguliahkan saya di AIS yaitu karena ibu saya ingin saya nantinya bisa bekerja di BPS (Badan Pusat Statistik). Tetapi pada saat  saya mendaftar di AIS, saya sedikit kecewa karena seorang petugas AIS  memberi tahu saya bahwa pendaftran AIS itu di UNIMUS ( Universitas Muhammadiyah Semarang ). Dan saya pun menuju ke UNIMUS untuk mendaftar disitu saya memilih dua jurusan, jurusan yang pertama adalah statistik dan yang kedua adalah bahasa inggris. Setelah saya di tes di ruang One Day Service, saya telah dinyatakan lulus ujian baik pada jurusan statistik maupun bahasa inggris. Tapi saya memilih jurusan statistik karena orang tua saya sangat menginginkan agar saya bisa masuk ke statistik. Pada saat itu mahasiswa statistik UNIMUS angkatan 2010/2011 ada 30 anak. Saya senang karena teman-teman satu angkatan saya sangat kompak dalam berbagai hal, dari mulai membantu korban bencana merapi hingga mengadakan MAKRAB (Malam Keakraban) bersama. Dan Selama satu semester berlalu, kami mendapat sebuah masalah yang menyebabkan kita semua berpisah satu sama lain, masalah yang saya hadapi bersama teman-teman saya yaitu masalah bergabungnya antaraAIS dengan UNIMUS. Ada 16 anak yang pindah ke AIS, dan yang lain termasuk saya tetap mempertahankan pendirian kami untuk tetap di S-1 Statistika  UNIMUS hingga sekarang ini. Nah begitulah sedikit cerita dari  perjalanan hidup  saya selama saya lahir hingga saat saya kuliah.