statistk

onUnLoad="alert('Thanks for your visited');">

Jumat, 22 Juni 2012

hasil penelitian (Sarimi isi 2)q


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar  Belakang Masalah

Persaingan bisnis yang semakin ketat saat ini menuntut setiap perusahaan untuk selalu bersaing dalam menarik konsumen. Para pengusaha sebagai produsen harus saling berlomba untuk mencari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih suatu produk dan menyusun strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat mendominasi pasar yang ada. Strategi pemasaran yang dikembangkan dalam hal ini berupa bauran pemasaran (marketing mix) yang diantaranya yaitu harga (price) dan promosi (promotion).
Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat (Tjiptono, 1997 : 151). Darisudut pandang perusahaan, harga merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan, karena tingkat harga yang ditetapkan perusahaan akan mempengaruhi kuantitas produk yang dijualnya. Sedangkan dari sudut pandang konsumen, harga digunakan sebagai pengukur nilai dari manfaat yang dirasakan terhadap barang atau jasa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
(Tjiptono, 1997 : 151) menambahkan, komunikasi pemasaran memegang peranan yang sangat penting bagi pemasar. Konsep yang secara umum sering digunakan untuk menyampaikan pesan adalah apa yang disebut sebagai bauran promosi (promotional mix) yang salah satunya adalah iklan. Suatu iklan yang baik harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat konsumen. Semakin baik iklan suatu produk maka diharapkan akan semakin tinggi keputusan pembelian konsumen terhadap produk tersebut. Sebaliknya, iklan produk yang buruk dapat menyebabkan rendahnya tingkat keputusan pembelian konsumen terhadap produk tersebut.
Demikian halnya dengan produk sarimi isi 2 yang juga menginginkan tingginya tingkat penjualan produk mienya agar seluruh produk yang diproduksinya dapat terjual. Faktor harga yang murah dan iklan yang baik dianggap perlu untuk meningkatkan keputusan pembelian sarimi isi 2. Dengan harga yang murah diharapkan kebutuhan konsumen akan produk sarimi isi 2 ini dapat terpenuhi, terutama bagi konsumen dengan penghasilan yang rendah. Selain itu, dengan iklan yang baik diharapkan dapat meningkatkan perhatian konsumen terhadap iklan sarimi isi 2 sehingga dapat mendorong mereka untuk melakukan pembelian.
1.2    Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah:
a.       Untuk mengetahui pengaruh dari variabel rasa terhadap keputusan konsumen dalam  pembelian produk sarimi isi 2
b.      Untuk mengetahui pengaruh dari variabel iklan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk  sarimi isi 2
c.       Untuk mengetahui pengaruh dari variabel harga terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk sarimi isi 2
d.      untuk mengetahui variabel apakah yang sangat berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk sarimi isi2
1.3    Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah:
a.       Dengan diadakannya penelitian ini peneliti jadi mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk sarimi isi 2
b.      Dengan diadakannya penelitian ini juga dapat menetahui banyaknya konsumen yang ingin mencoba produk sarimi isi 2 setelah melihat iklan
c.       Dengan diadakannya penelitian ini peneliti dapat mengetahui banyaknya konsumen yang ingin mencoba produk sarimi isi 2 setelah mengetahui rasanya
d.      Peneliti dapat mengetahui banyaknya konsumen yang ingin mencoba sarimi isi 2 setelah mengetahui harganya
e.       Sedangkan untuk Universitas Sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya.


BAB II
METODE PENELITIAN

2.1 Metode Eksplanatory Research

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian eksplanatory research, (Umar,1999:36). Penelitian eksploratori adalah jenis penelitian yang berusaha untuk mencari ide-ide atau hubungan-hubungan yang baru. Sedangkan penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menguraikan sifat atau karakteristik dari suatu fenomena tertentu. Terakhir, penelitian eksplanatori adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa penelitian ini adalah penelitian eksplanatori yang bermaksud untuk memberikan penjelasan hubungan kausalitas antar variabel melalui pengujian hipotesis sekaligus melakukan eksplanasi.

2.2 Metode Pengumpulan Data

            Metode dalam pengumpulan data  pada penelitian ini adalah menggunakan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen yang menjadi objek observasi (Somantri dan Muhidin,2006). Dalam  pengambilan data sampling menggunakan beberapa teknik pengumpulan data:

2.2.1 Angket
           
            Somantri dan Muhudin menyebutkan (2006) teknik angket adalah cara pengumpulan data berbentuk pengajuan pertanyaan tertulis  melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Alat pengumpulan data dengan angket adalah kuisioner,yaitu alat pengumpulan data berupa daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti untuk disampaikan kepada responden yang jawabannya diisi oleh responden sendiri.

2.3 Metode Analisis

Dijelaskan memakai analisis regresi linear berganda dan analisis korelasi pearson, spearman, dan kendall’s tau

2.3.1 Analisis Regresi Linear Berganda
            Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen yang ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi.

2.3.2 Analisis Korelasi Pearson
            Analisis korelasi pearson atau biasa disebut analisis product moment digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel secara linear dan untuk mengetahui arah hubungannya yang terjadi.

2.3.3 Analisis Korelasi Spearman dn Kendall’s Tau
            Analisis korelasi spearman dan kendall’s tau digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel berdasar peringkat-peringkat dan mengetahui arah hubungan.

2.4 Metode Pengujian

2.4.1 Uji Asumsi Klasik( Normalitas pada model regresi)
            Uji normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual terdistribusi secara normal atau tidak.

2.4.2 Uji Multikolinearitas
            Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen.

2.4.3 Uji Autokorelasi
            Uji autokorelasi digunakan untuk menguji apakah model regresi ada korelasi antar residual pada periode t dengan residual pada periode sebelumnya t-1.

2.4.4 Uji Heteroskedastisitas
            Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pada satu pengamatan kepengamatan yang lain.

2.4.5 Uji Validitas
            Uji validitas item digunakan untuk mengukur ketepatan suatu item dalam kuesioner atau skala, apakah item-item pada kuesioner tersebut sudah tepat dalam mengukur apa yang ingin diukur, atau bisa melakukan penilaian langsung dengan metode korelasi pearson atau metode corrected item- total correlation.

2.4.5 Uji Reliabilitas
            Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang.

2.5 Analisis Data

2.5.1 Pengukuran Data( Nominal)
Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasi obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, atau pengambilan keputusan. Dalam mengidentifikasi hal-hal diatas digunakan angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistic nonparametrik digunakan untuk menganalisis datanya.

Keterangan;
1: YA
2:TIDAK

2.5.2 Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif yang dapat dilakukan berdasarkan identifikasi responden sebagai berikut:

Tabel 1 menunjukkan jumlah responden berdasarkan jenis kelamin
Keterangan
Frekuensi
Laki-laki
Perempuan
7
23
Jumlah
30

Berdasarkan data diatas, tabel menunjukkan bahwa konsumen perempuan lebih dominan/lebih banyak yang mengonsumsi Sarimi isi 2 daripada kosumen laki-laki hal ini sangat dimungkinkan karena konsumen perempuan suka membeli produk selain karena rasanya  yang enak juga harganya yang terjangkau sehingga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.

Tabel 2 menunjukkan jumlah responden berdasarkan usia
Keterangan
Frekuensi
<=20 thn
21-30 thn
31-40 thn
40 thn=>
2
13
12
3
Jumlah
30

Berdasarkan data diatas, tabel menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen yang mengonsumsi Sarimi isi 2 adalah usia yang produktif hal ini sangat dimungkinkan karena mereka sudah mendapatkan penghasilan sendiri dan hidup berumah tangga.

Tabel 3 menjunjukkan jumlah responden berdasarkan status tingkat pendidikan
Keterangan
Frekuensi
SD
SMP
SMA/SMK
SARJANA
5
12
9
4
Jumlah
30

Berdasarkan data diatas, tabel menunjukkan bahwa status tingkat pendidikan sebagian masyarakat Andongrejo yang mengonsumsi Sarimi isi 2 adalah SMP dan SMA dimana status tingkat pendidikan konsumen sangat menentukan pekerjaan dan penghasilan para konsumen.

Tabel 4 menunjukkan jumlah responden berdasarkan pekerjaan
Keterangan
Frekuensi
Pelajar/mahasiswa
Pegawai swasta
Ibu rumah tangga
Wiraswasta
Petani
Buruh
2
4
14
7
2
1
Jumlah
30

Berdasarkan data diatas, tabel menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah ibu rumah tangga hal ini sangat dimungkinkan karena ibu rumah tangga yang  tidak memiliki pekerjaan tetap atau bahkan menganggur, sehingga mereka sebisa mungkin mencoba untuk menghemat pengeluaraan rumah tangga, agar kebutuhan bulanan mereka bisa terpenuhi

Tabel 5 menunjukkan jumlah responden berdasakan pendapatan
Keterangan
Frekuensi
< Rp 150000
Rp 150000-Rp 500000
Rp 500000-Rp 1000000
Rp 1000000-Rp2000000
> Rp 2000000
6
17
4
2
1
Jumlah
30

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa sebagian responden berpenghasilan antara Rp 150000-Rp 500000 sehingga mereka harus berhemat agar sebulan kedepan semua kebutuhan responden dapat terpenuhi
2.5.3 Desain Sampel
             Memakai Desain Non Probabilitas;
Ø  Penilaian (judgment):
Memilih sampel dari suatu populasi didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga perwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan.
Ø  Kesesuaian (convenience):
Memilih unit-unit analisis dengan cara yang dianggap sesuai oleh peniliti.
Ø  Teknik Bola Salju(snowball):
Memilih unit-unit yang mempunyai karakteristik langka dan unit-unit tambahan yang ditunjukkan oleh responden sebelumnya.



2.6  Kerangka Teori

Kerangka teori:
A.    Teori permintaan(DEMAND)
Teori permintaan menerangkan tentang cirri hubungan antara jumlah permintaan dengan harga.
B.     Teori kepuasan pelanggan
Harga menjadi faktor yang penting dalam proses keputusan pembelian.Menurut penelitian yangdilakukan oleh Dapkevilius,Melkinas (2009: 19)menyatakan bahwa harga dan kualitas produk sangatmempengaruhi pada tingkat kepuasan pelanggan
C.     Teori keputusan pembeli
Teori-teori pengambilan keputusan bersangkut paut dengan masalah bagaimana pilihan-pilihan semacam itu dibuat. Kebijaksanaa, sebagai telah kita rumuskan di muka, adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan tertentu yang dilakukan oleh seseorang aktor atau sejumlah aktor berkenaan dengan suatu masalah atau persoalan tertentu (brainstorm:teori-teori pengambilan keputusan).
D.    Teori promosi
Promosi adalah suatu tempat untuk memberikan informasi kepada konsumen yaitu dengan berbagai cara tertentu antara lain iklan, penjualan secara langsung kepada konsumen, melakukan promosi untuk penjualan,(Principles of Marketing, Philip kotler and Gary Amstrong).
Promosi adalah setiap teknik yang dirancang untuk menjual suatu produk. Promosi sebagai aspek bauran pemasaran yang berhubungan dengan teknik-teknik promosi yang paling efektif untuk menjual suatu barang, teknik-teknik promosi yang  khususnya adalah periklanan harus disampaikan cara penggunaan, keutamaan dan keuntungan produk, penjualan pribadi, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat, (Business, Ricky W. Griffin and Ronald J.Ebert).
2.7 Hipotesis
        Hipotesis:
H0: tidak terdapat pengaruh antara  variabel(rasa,iklan,harga) terhadap konsumen dalam keputusan pembelian sarimi isi 2
Ha: terdapat pengaruh antara variabel(rasa,iklan,harga) terhadap konsumen dalam keputusan pembelian sarimi isi 2
Variabel independen(X)
Disini saya mengambil 3 variabel yaitu variabel rasa,variabel iklan dan variabel harga
·         Variabel rasa(X1) terdapat 12 item/pernyataan
·         Variabel iklan(X2) terdapat 8 item/pernyataan
·         Variabel harga (X3) terdapat 8 item/pernyataan

Variabel dependen(Y)
Pernyataan untuk variabel keputusan pembelian(Y)terdapat 18 item/pernyataan
variabel
item
Favorable
jumlah
unfavorable
jumlah
Variabel (x1)
1,2,3,4,5,10
6
6,7,8,9,11,12
6
Variabel (x2)
13,14,17,19
4
15,16,18,20
4
Variabel (x3)
21,22,25,26
4
23,24,27,28
4
Variabel (Y)
29,31,33,35,37,39,41,43,46
9
30,32,34,36,38,40,42,44,45
9

Populasi dan sampel
Menurut Nawawi (1985), populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, hewan, benda, tumbuhan, gejala, nilai tes atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian (Warsito,1993).
Sampel merupakaan sub dari seperangkat elemen yang dipilih untuk dipelajari.
Populasi: masyarakat kota Blora
Sampel : masyarakat desa Andongrejo 1



BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

a)      Uji Validitas Item dengan Metode Corrected Item Total Correlation

Metode ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total item dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang over estimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya ).


Item-Total Statistics



Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item Deleted


item1
21.83
8.075
-.100
-.162a


item2
21.83
8.282
-.170
-.132a


item3
22.00
8.552
-.260
-.096a


item4
22.10
7.472
.138
-.262a


item5
21.73
8.064
-.093
-.166a


item6
22.03
8.171
-.132
-.150a


item7
22.03
6.999
.309
-.346a


item8
21.93
7.306
.174
-.286a


item9
21.70
8.217
-.147
-.146a


item10
21.83
8.075
-.100
-.162a


item11
21.97
7.757
.011
-.210a


item12
22.17
7.523
.141
-.258a


item13
21.80
7.200
.222
-.307a


item14
21.93
7.306
.174
-.286a


item15
22.00
8.483
-.238
-.106a


item16
22.00
8.000
-.073
-.174a


item17
22.03
7.068
.281
-.333a


item18
22.20
8.234
-.154
-.150a


item19
22.00
7.310
.179
-.287a


item20
21.87
8.602
-.275
-.089a


item21
21.50
8.052
-.060
-.186a


item22
22.27
7.995
-.038
-.191a


item23
22.17
7.799
.024
-.213a


item24
21.53
7.292
.337
-.308a


item25
21.70
7.321
.200
-.289a


item26
21.83
7.178
.226
-.310a


item27
22.03
8.378
-.203
-.121a


item28
21.90
8.990
-.396
-.041a


item29
21.43
8.116
-.104
-.184a


item30
22.00
6.897
.343
-.365a


item31
21.67
8.506
-.254
-.108a


item32
22.23
8.047
-.069
-.180a


item33
21.47
8.051
-.051
-.190a


item34
22.30
7.734
.126
-.235a


item35
21.70
7.390
.171
-.277a


item36
21.80
8.510
-.247
-.102a


item37
21.83
7.316
.173
-.285a


item38
22.03
8.378
-.203
-.121a


item39
22.00
7.724
.025
-.216a


item40
21.97
8.102
-.110
-.158a


item41
22.03
7.689
.041
-.223a


item42
22.00
9.241
-.478
-.013a


item43
21.60
7.628
.110
-.243a


item44
22.23
8.530
-.286
-.112a


item45
22.20
8.028
-.066
-.180a


item46
21.57
7.840
.027
-.212a


a. The value is negative due to a negative average covariance among items. This violates reliability model assumptions. You may want to check item codings.

Dari data diatas item yang di hapus adalah item 1,2,3,5,10 untuk variabel x1. Variabel x2 item yang di hapus adalah item 15,16,,18,20.variabel x3 item yang di hapus adalah item 22, 23,27,28 sedangkan untuk variabel Y item yang dihapus yaitu item 32,34,36,38,40,42,44,45 item-item tersebut di hapus karena akan merusak hasil output data tersebut .

b)     Uji Reliabilitas

Setelah diuji validitasnya, maka item yang rusak dibuang dan item yang baik dimasukkan ke dalam uji reliabilitas (mengambil yang hasil uji validitas dengan metode korelasi pearson).
Output  setelah sebagian item yang merusak data diatas di hapus


Item-Total Statistics


Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item Deleted
item29
13.47
15.568
.118
.703
item30
14.03
14.516
.265
.694
item31
13.70
15.803
-.066
.720
item33
13.50
15.638
.034
.707
item35
13.73
15.030
.145
.704
item37
13.87
14.878
.164
.703
item39
14.03
14.033
.399
.682
item41
14.07
13.789
.479
.675
item43
13.63
14.999
.193
.700
item46
13.60
15.007
.211
.698
item26
13.87
13.982
.407
.681
item25
13.73
14.133
.405
.682
item24
13.57
14.737
.345
.690
item21
13.53
15.223
.191
.700
item19
14.03
14.861
.172
.702
item17
14.07
13.720
.499
.673
item14
13.97
13.826
.447
.677
item13
13.83
14.213
.349
.687
item12
14.20
14.510
.328
.690
item11
14.00
14.828
.178
.702
item9
13.73
15.926
-.100
.723
item8
13.97
14.240
.333
.688
item7
14.07
14.685
.225
.698
item6
14.07
15.099
.113
.707
item4
14.13
14.602
.267
.694











3.2 Uji Asumsi Klasik Regresi

a)      Uji Normalitas Pada Model Regresi

Uji normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual terdistribusi secara normal atau tidak.

Uji normalitas metode grafik p-p plot

Cara untuk mendeteksinya adalah dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik normal P-P Plot of Regression Standardized Residual sebagai dasar pengambilan keputusannya. Jika menyebar sekitar garis dan mengikuti garis diagonal maka residual pada model regresi tersebut terdistribusi secara normal.


Uji normalitas dengan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov

Cara untuk mendeteksinya yaitu dengan melihat nilai standardized residual. Jika signifikansi lebih dari 0,05 maka residual  terdistribusi secara normal.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized Residual
N
30
Normal Parametersa
Mean
.0000000
Std. Deviation
1.96899995
Most Extreme Differences
Absolute
.088
Positive
.055
Negative
-.088
Kolmogorov-Smirnov Z
.484
Asymp. Sig. (2-tailed)
.973
a. Test distribution is Normal.














Dari output diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (Asym.Sig 2-tailed) sebesar 0,973. Karena signifikansi lebih dari 0,05 maka residual terdistribusi dengan normal.
b)      Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Metode yang biasa digunakan yaitu dengan melihat nilai inflation factor (VIF) dan tolerance pada model regresi. Jika nilai VIF kurang dari 10 dan tolerance lebih dari 0,1 maka model regresi bebas dari multikolinearitas.

Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
5.514
1.140

4.836
.000


x1
-.224
.207
-.204
-1.079
.291
.935
1.069
x2
.294
.261
.211
1.123
.272
.956
1.046
x3
.414
.340
.234
1.217
.234
.913
1.095
a. Dependent Variable: y







Dari output diatas dapat diketahui bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,1 untuk ketiga variabel maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas
c)      Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk menguji apakah model regresi ada korelasi antara residual pada periode t dengan residual pada periode sebelumnya (t-1). Model regresi yang baik adalah yang tidak adanya masalah autokorelasi. Metode pengujian yang sering digunakanadalah dengan uji Durbin-Watson (uji DW).
            Pengambilan keputusan pada uji Durbin Watson sebagai berikut:
·         du <  dw < 4 – du maka H0 diterima, artinya tidak terjadi autokorelasi
·         dw < dl atau dw > 4 – dl maka H0 dtolak, artinya terjadi autokorelasi
·         dl < dw < dl atau 4 – du < dw < 4 – dl, artinya tidak ada kepastian atau kesimpulan yang pasti
nilai du dan dl diperoleh dari tabel statistic DurbinWatson.

Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.355a
.126
.025
2.079
1.741
a. Predictors: (Constant), x3, x2, x1


b. Dependent Variable: y




Nilai Durbin Watson dapat dilihat pada output regression pada table Model summary. Dapat diketahui bahwa Nilai Durbin Watson sebesar 1.741. sedangkan dari tabel DW dengan signifikansi 0,05 dan jumlah data (n) = 30, serta k=3(k adalah jumlah variabel independen) diperoleh nilai dl sebesar 1,124 dan du sebesar 1,650(diperoleh dari tabel d (Durbin Watson pada taraf signifikansi 0,05). Dengan ini maka didapat 4-du = 2,35 dan 4-dl = 2,786 karena nilai DW (1,741) berada pada daerah antara du dan 4-du (du<dw<4-du), maka H0 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model regresi.

d)      Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas  digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi tidak terjadi ketidaksamaan varian dari residual pada suatu pengamatan ke pengamatan  yang lain. Mode regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji Korelasi Spearman

Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dengan melakukan analisis korelasi spearman antara residual dengan masing-masing variabel independen. Jika nilai signifikansi antara variabel independen dengan residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.


Correlations



Correlations



x1
x2
x3
Unstandardized Residual
Spearman's rho
x1
Correlation Coefficient
1.000
.135
.206
.093
Sig. (2-tailed)
.
.478
.275
.626
N
30
30
30
30
x2
Correlation Coefficient
.135
1.000
.227
.055
Sig. (2-tailed)
.478
.
.228
.773
N
30
30
30
30
x3
Correlation Coefficient
.206
.227
1.000
.016
Sig. (2-tailed)
.275
.228
.
.933
N
30
30
30
30
Unstandardized Residual
Correlation Coefficient
.093
.055
.016
1.000
Sig. (2-tailed)
.626
.773
.933
.
N
30
30
30
30
















Dari output diatas dapat diketahui bahwa korelasi ketiga variabel dengan Unstandarized Residual nilai signifikannya lebih dari 0,05. Sehngga dapat disimpulkan  bahwa pada model regresi tidak ada heteroskedastisitas.
Metode Scatterplot
Uji heteroskedastisitas dengan metode Scatterplot yaitu dengan melihat pola titik-titik pada scatterplot regresi. Jika titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.


Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada output Regrssioni pada gambar Scatterplot. Dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi.

3.3 Uji Analisis Regresi Linear Berganda

                       
Variables Entered/Removedb
Model
Variables Entered
Variables Removed
Method
1
x3, x2, x1a
.
Enter
a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: y



Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.355a
.126
.025
2.079
a. Predictors: (Constant), x3, x2, x1

b. Dependent Variable: y





ANOVAb
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
16.235
3
5.412
1.251
.311a
Residual
112.432
26
4.324


Total
128.667
29



a. Predictors: (Constant), x3, x2, x1



b. Dependent Variable: y






Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.

B
Std. Error
Beta

1
(Constant)
5.514
1.140

4.836
.000

x1
-.224
.207
-.204
-1.079
.291

x2
.294
.261
.211
1.123
.272

x3
.414
.340
.234
1.217
.234

a. Dependent Variable: y












Residuals Statisticsa

Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
N
Predicted Value
5.52
7.90
6.67
.748
30
Residual
-4.450
3.398
.000
1.969
30
Std. Predicted Value
-1.537
1.645
.000
1.000
30
Std. Residual
-2.140
1.634
.000
.947
30
a. Dependent Variable: y







Pembahasan hasil analisis regresi dan pengujia t dan f sebagai berikut:
Persamaan regresi berganda adalah:
                        Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3
                                Y=5,514-(0,224)X1+0,294X2+0,414X3
                        Y=5,514-0,224X1+0,294X2+0,414X3
Keterangan:
Y= variabel dependen
X1,X2,X3= variabel independen
a= nilai konstanta
b1,b2,b3= koefisien regresi
penjelasan persamaan tersebut sebagai berikut:
Ø  Konstanta sebesar 5,514; artinya jika variabel rasa, variabel iklan dan variabel harga nilainya 0, maka keputusan pembelian nilainya sebesar 5,514
Ø  Koefisien regresi variabel rasa sebesar -0,224; artinya jika variabel rasa mengalami kenaikan satu satuan, maka keputusan pembelian akan mengalami penurunan sebesar 0,224 satuan dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap.
Ø  Koefisien regresi variabel iklan sebesar 0,294; artinya jika variabel iklan mengalami kenaikan satu satuan, maka keputusan pembelian akan mengalami kenaikan sebesar 0,294
Ø  Koefisien regresi variabel harga sebesar 0,414; artinya jika variabel harga mengalami kenaikan satu satuan, maka keputusan pembelian akan mengalami kenaikan sebesar 0,414

3.4 Uji Hipotesis
*      Uji t (uji koefisien regresi secara parsial)

            Pengujian koefisien regresi variabel rasa (X1)
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
1.      Hipotesis
H0: variabel rasa secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
H1: variabel rasa secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
2.      Dengan tingkat signifikansi 0,05
3.      t hitung sebesar -1,079(di dapat dari output diataas)
4.      Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada α = 5% : 2= 2.5%(uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 30-3-1=26 (n= adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi = 0.025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,042
5.      kriteria pengujian
H0 diterima jika-t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel
H0 ditolak jika –t hitung <-t tabel atau t hitung >t tabel
6.      nilai -t hitung > -t tabel (-1,079>-2,042) maka H0 diterima
7.      artinya bahwa variabel rasa secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.

Pengujian koefisien regresi variabel iklan (X2)
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
1.      Hipotesis
H0: variabel iklan secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
H1: variabel iklan secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
2.      Dengan tingkat signifikansi 0,05
3.      t hitung sebesar 1,123(di dapat dari output diataas)
4.      Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada α = 5% : 2= 2.5%(uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 30-3-1=26 (n= adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi = 0.025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,042
5.      kriteria pengujian
H0 diterima jika-t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel
H0 ditolak jika –t hitung <-t tabel atau t hitung >t tabel
6.      nilai t hitung > t tabel (1,123<2,042) maka H0 diterima
7.      artinya bahwa variabel iklan secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.

Pengujian koefisien regresi variabel harga (X3)
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
1.      Hipotesis
H0: variabel harga secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
H1: variabel harga secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
2.      Dengan tingkat signifikansi 0,05
3.      t hitung sebesar 1,217(di dapat dari output diataas)
4.      Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada α = 5% : 2= 2.5%(uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 30-3-1=26 (n= adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi = 0.025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,042
5.      kriteria pengujian
H0 diterima jika-t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel
H0 ditolak jika –t hitung <-t tabel atau t hitung >t tabel
6.      nilai t hitung > t tabel (1,217<2,042) maka H0 diterima
7.      artinya bahwa variabel harga secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.

*      Uji f (uji koefisien regresi secara bersama-sama)
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
ü  Merumuskan hipotesis
H0: variabel rasa, variabel iklan dan variabel harga secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
Ha: variabel rasa, variabel iklan dan variabel harga secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
ü  Menentukan tingkat signifikasi
tingkat signifikasi menggunakan 0,05
ü  Menentukan f hitung
Berdasarkan output diatas diperoleh f hitung sebesar 1,251
ü  Menentukan f tabel
menggunakan tingkat keyakinan 95%,α = 5%, df 1(jumlah variabel-1) atau 4-1=3 dan df 2(n-k-1) atau 30-3-1=26 (n= adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen).hasil diperoleh untuk f tabel sebesar 2.975

ü  kriteria pengujian
-H0 diterma bila f hitung ≤ f tabel
-H0 ditolak bila f hitung > f tabel
ü  membandingkan f hitung dengan f tabel.
Nilai f hitung ≤ f tabel (1,251 ≤ 2,975), maka terima H0.
ü   Kesimpulan
Bahwa variabel rasa,variabel iklan,dan variabel harga secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.

3.5 Analisis Korelasi Pearson

Correlations


x1
x2
x3
y
x1
Pearson Correlation
1
.123
.243
-.122
Sig. (2-tailed)

.519
.195
.521
N
30
30
30
30
x2
Pearson Correlation
.123
1
.195
.231
Sig. (2-tailed)
.519

.301
.219
N
30
30
30
30
x3
Pearson Correlation
.243
.195
1
.225
Sig. (2-tailed)
.195
.301

.232
N
30
30
30
30
y
Pearson Correlation
-.122
.231
.225
1
Sig. (2-tailed)
.521
.219
.232

N
30
30
30
30



















Dari output diatas dapat diketahui nilai korelasi pearson antara variabel rasa, variabel iklan dan variabel harga dengan keputusan pembelian sebesar -0,122. Artinya korelasi t
Idak signifikan pada level 0,05 dengan uji 2 sisi. Nilai korelasi negative artinya tidak terjadi hubungan yang positif yaitu jika variabel rasa, iklan dan harga meningkat maka keputusan pembelian akan menurun.

3.6 Korelasi Spearman dan Kendall’s tau
           

Correlations



x1
x2
x3
y
Kendall's tau_b
x1
Correlation Coefficient
1.000
.111
.170
-.008
Sig. (2-tailed)
.
.454
.262
.956
N
30
30
30
30
x2
Correlation Coefficient
.111
1.000
.181
.219
Sig. (2-tailed)
.454
.
.242
.132
N
30
30
30
30
x3
Correlation Coefficient
.170
.181
1.000
.193
Sig. (2-tailed)
.262
.242
.
.198
N
30
30
30
30
y
Correlation Coefficient
-.008
.219
.193
1.000
Sig. (2-tailed)
.956
.132
.198
.
N
30
30
30
30
Spearman's rho
x1
Correlation Coefficient
1.000
.135
.206
-.025
Sig. (2-tailed)
.
.478
.275
.896
N
30
30
30
30
x2
Correlation Coefficient
.135
1.000
.227
.284
Sig. (2-tailed)
.478
.
.228
.128
N
30
30
30
30
x3
Correlation Coefficient
.206
.227
1.000
.244
Sig. (2-tailed)
.275
.228
.
.193
N
30
30
30
30
y
Correlation Coefficient
-.025
.284
.244
1.000
Sig. (2-tailed)
.896
.128
.193
.
N
30
30
30
30

Dari output diatas dapat diketahui nilai korelasi kendall’s tau antara variabel rasa, iklan, harga dengan keputusan pembelian dengan variabel rasa sebesar -0,008 dan nilai spearman sebesar -0,025 variabel iklan dengan keputusan pembelian sebesar 0,219 sedangkan nilai spearmannya yaitu 0,284 variabel harga dengan keputusan pembelian sebesar 0,193 dan nilai spearman 0,244. Nilai korelasi Pada variabel rasa adalah negative artinya tidak ada hubungan positif yaitu jika variabel rasa semakin tinggi maka keputusan pembelian  akan semakin rendah, pada variabel iklan bernilai positif artinya terdapat hubungan yang positif yaitu jika variabel iklan semakin tinggi maka keputusan pembelian juga semakin naik. Sedangka variabel harga mempunyai nilai korelasi yang positif artinya semakin murah harga Sarimi isi 2 maka semakin tinggi pula keputusan pembelian masyarakat terhadap Sarimi isi 2.

BAB IV

4.1 KESIMPULAN dan SARAN
4.11 kesimpulan
          Berdasarkan pengolahan data dan analisis data diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1)      Masyarakat di Blora yang dijadikan responden dalam penelitian ini secara dominan berjenis kelamin perempuan berusia antara 21-40 tahun,dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum, dengan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga, dengan pendapatan rata-rata adalah Rp. 150.000-Rp. 500.000
2)      Berdasarkan hasil analisis diatas, telah teruji secara parsial bahwa:
·         variabel rasa secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2
·         variabel iklan secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.
·         variabel harga secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.
3)    Berdasarkan hasil analisis diatas, telah teruji secara simultan bahwa variabel rasa,variabel iklan,dan variabel harga secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sarimi isi 2.
4.12 saran
ü   PT INDOFOOD  CBP SUKSES MAKMUR harus lebih memperhatikan variabel rasa, variabel harga serta variabel iklan agar produk Sarimi isi 2 lebih dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini berkaitan dengan tingkat persaingan produk sejenis dari produk mie lainnya.
ü  pihak manajemen PT INDOFOOD  CBP SUKSES MAKMUR mencari alternatif  lain,yaitu jenis produk yang lain, yang dapat ditawarkan kepada masyarakat sebagai bahan konsumsi masyarakat yang lainnya.
ü  Untuk penelitian selanjutnya peneliti berharap agar dapat menambahkan variabel-variabel yang mempengaruhi masyarakat untuk membeli produk Sarimi isi 2.
























DAFTAR PUSTAKA


Priyatno, Duwi, “Buku Saku SPSS”, Cetakan Pertama, Yogyakarta: Media Kom, 2011.
Sarwono, Jonathan,”Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif”, Edisi Pertama, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.
Hasan, Iqbal,”Analisis Data Penelitian Dengan Statistik”, Cetakan Pertama, Jakarta: Bumi Aksara, 2004.
Algifari,”Analisis Regresi Teori,Kasus, Dan Solusi”, Edisi Kedua, Yogyakarta: BPFE, 2000.

















DAFTAR KUESIONER
Top of Form
ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK (SARIMI ISI 2)

Apakah anda tahu SARIMI ISI2………..?(ya/tidak)
Apakah anda pernah mengonsumsi SARIMI ISI 2…………?(ya/tidak)

Nama : ................................................................. (boleh tidak diisi)
Alamat : ................................................................. (boleh tidak diisi)
Usia saat ini : ...... tahun
Jenis kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
Status tingkat pendidikan
a. SD
b. SMP
c. SMU
d. Sarjana
e. Lainnya (................................)
Pekerjaan Anda saat ini
a. Pelajar/mahasiswa
b. Pegawai Swasta
c. Pegawai Negeri
d. Wiraswasta
e. Lainnya (................................)

Pendapatan/uang saku Anda per bulan
a. < Rp. 150.000
b. Rp. 150.000 – Rp. 500.000
c. Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000
d. Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000
e. > Rp. 2.000.000


 Saudara/Saudari dimohon untuk memberikan tanda cek (√)
pada salah satu kolom jawaban yang sesuai dengan pilihan dan juga isi hati Anda.

Pernyataan untuk variabel rasa (X1)
ya
tidak
·         rasa dari produk sarimi isi 2 lebih enak dari produk mie  yang lain


·         tekstur dari mie sarimi isi 2 rasanya lebih kenyal dibandingkan dengan produk mie yang lain


·         bumbu sarimi isi 2 rasanya lebih nendang dibandingkan dengan produk mie yang lain


·         sarimi isi 2 mempunyai varian rasa yang lebih banyak


·         penasaran ingin mencoba rasa dari sarimi isi 2


·         rasa dari produk sarimi isi 2 tidak enak


·         tekstur sarimi isi 2 lebih keras di bandingkan dengan produk mie  yang lain


·         bumbu sarimi isi 2 rasanya hambar


·         sarimi isi 2 mempunyai varian rasa sedikit dibandingkan dengan produk mie yang lain


·         anda membeli sarimi isi 2 karena mempunyai kualitas rasa bumbu yang enak


·         sarimi 2 isi  tidak mempunyai kualitas rasa bumbu yang enak


·         tidak ingin mencoba rasa dari sarimi isi 2



Pernyataan untuk variabel iklan(X2)
ya
tidak
·         anda tertarik dengan sarimi isi 2 karena iklannya


·         bintang iklan sarimi isi 2 merupakan artis terkenal sehingga anda berminat untuk membelinya


·         iklan tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi isi 2


·         bintang iklan tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi isi 2


·         anda memilih sarimi isi 2 karena iklannya sering muncul di TV


·         anda tidak ingin mencoba sarimi isi 2 karena iklannya sangat membosankan


·         bintang iklan sarimi isi 2 adalah idola anda


·         bintang iklan sarimi isi 2 bukan idola anda



Pernyataan untuk variabel harga(X3)
ya
tidak
·         sarimi isi 2 lebih murah harganya dari pada produk mie yang lain


·         sarimi isi 2 harganya sama dengan produk mie yang lain


·         sarimi isi 2 harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga mie isi 2 dari produk lain


·         Sarimi isi 2 harganya tidak sama dengan produk mie yang lain


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena ingin menghemat pengeluaran


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena uang saku/pendapatan yang sedikit


·         Anda membeli sarimi isi 2 bukan untuk menghemat pengeluaran


·         Uang saku/pendapatan tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi isi 2




Pernyataan untuk variabel keputusan pembelian(Y)
ya
tidak
·         Anda membeli sarimi isi 2 karena terjamin halal


·         Label halal tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi isi 2


·         Anda memiliki kepuasan tersendiri setelah mengonsumsi sarimi isi 2


·         Tidak ada kepuasan tersendiri ketika saya mengonsumsi sarimi isi 2


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena bisa mengenyangkan


·         Sarimi isi 2 tidak mengenyangkan


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena adanya dorongan   untuk hidup berhemat


·         Hidup berhemat tidak harus membeli sarimi isi 2


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena rasanya menggugah selera makan


·         Rasa sarimi isi 2 tidak menggugah selera makan anda


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena iklannya menarik simpati anda


·         Iklan sarimi isi 2 tidak menarik simpati anda untuk membeli sarimi isi 2


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena teman-teman anda membeli sarimi isi 2


·         Teman-teman anda tidak mempengaruhi anda untuk membeli sarimi isi 2


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena anda penggemar mie


·         Anda bukan penggemar mie


·         Sarimi isi 2 sangat sulit di jumpai di toko/supermarket terdekat


·         Anda membeli sarimi isi 2 karena mudah di cari di toko/supermarket


 terimakasih atas waktunya dan jawaban yang anda berikan.
Bottom of Form






Top of Form